Tautan-tautan Akses

Kecam Antisemitisme, Biden: Terlalu Banyak yang 'Lupa' Kekejaman Hamas Terhadap Israel


Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Ketua DPR AS Mike Johnson (kanan) memegang foto-foto korban Holocaust pada acara peringatan tragedi itu di U.S. Holocaust Memorial Museum, Washington, Selasa, 7 Mei 2024. (Foto: Evelyn Hockstein/Reuters)
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Ketua DPR AS Mike Johnson (kanan) memegang foto-foto korban Holocaust pada acara peringatan tragedi itu di U.S. Holocaust Memorial Museum, Washington, Selasa, 7 Mei 2024. (Foto: Evelyn Hockstein/Reuters)

Dalam pidatonya mengenang para korban Holocaust atau pembantaian terhadap orang Yahudi pada Perang Dunia II pada Selasa (6/4), Presiden Joe Biden mengutuk meningkatnya antisemitisme di Amerika Serikat (AS) dan di seluruh dunia.

Biden mengatakan, terlalu banyak orang yang ‘melupakan’ pembantaian yang dilakukan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

“Kebencian ini terus tertanam dalam hati banyak orang di dunia,” kata Biden.

“Tidak 75 tahun kemudian, tetapi tujuh setengah bulan kemudian. Dan orang-orang telah lupa, bahwa Hamas melancarkan teror ini,” imbuhnya.

Pernyataan Biden di Gedung Capitol itu dianggap sebagai tanggapan atas protes pro-Palestina, beberapa di antaranya menyanyikan anti-Yahudi dan ancaman terhadap mahasiswa Yahudi dan para pendukung Israel – yang mengguncang kampus-kampus di seluruh AS.

Hal ini terjadi ketika presiden Partai Demokrat itu berjuang untuk menyeimbangkan dukungannya terhadap Israel, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober dengan upayanya untuk melindungi kehidupan warga sipil di Gaza. Bagi orang Yahudi di seluruh dunia, serangan Hamas dianggap hari paling mematikan sejak Holocaust.

Biden, yang hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin tegang, karena desakan pemerintahan Netanyahu untuk menyerang Kota Rafah di Gaza selatan mengatakan, dukungan AS untuk Israel “sangat kuat...bahkan ketika kami tidak salimg sepakat.” [ps/lt]

Forum

XS
SM
MD
LG