Tautan-tautan Akses

Apple Tutup Semua Toko di Luar China Hingga 27 Maret


Seorang pejalan kaki mengenakan masker di luar Toko Apple saat wabah virus corona (COVID-19) di Pasadena, California, 14 Maret 2020. (Foto: Reuters)
Seorang pejalan kaki mengenakan masker di luar Toko Apple saat wabah virus corona (COVID-19) di Pasadena, California, 14 Maret 2020. (Foto: Reuters)

CEO Apple Tim Cook mengatakan, Sabtu (14/3), Apple akan menutup sementara toko-toko ritelnya di seluruh dunia selama dua minggu ke depan, menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan pandemi virus corona.

"Kami akan menutup semua toko ritel di luar China Raya hingga 27 Maret," tulis Cook dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (13/3).

"Salah satu pelajarannya adalah cara paling efektif untuk meminimalisir risiko penularan virus adalah dengan mengurangi kepadatan dan memaksimalkan jarak sosial."

Toko online mereka akan tetap buka. Demikian pula aplikasi "Apple Store".

Hingga Sabtu (14/3), pandemi virus corona telah menjangkiti lebih dari 145.000 orang di seluruh dunia, dan jumlah korban tewas telah melampaui 5.400. Terdapat lebih dari 2.000 kasus yang dikonfirmasi di AS, dan 50 kematian terkait COVID-19.

Cook juga mengatakan, Sabtu (14/3), lewat Twitter bahwa perusahaannya berkomitmen untuk menyumbang $15 juta untuk membantu pemulihan di seluruh dunia.

"Di tempat kerja dan dalam masyarakat, kita harus melakukan segala yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19," cuitnya.

Apple memiliki sekitar 500 toko ritel di seluruh dunia, separuhnya di AS.

Pada puncak wabah di China, perusahaan itu menutup sementara semua tokonya di China daratan, dimana penyakit itu pertama kali ditemukan.

CEO Apple itu, dalam pernyataan, mengatakan perusahaannya telah memetik pelajaran dari wabah di China. Dan dia berterima kasih secara khusus kepada timnya di China atas "upaya luar biasa untuk memulihkan rantai pasokan kami." [vm/ft]

XS
SM
MD
LG