Meningkatnya penggunaan elektronik membuat benua Afrika dibanjiri limbah elektronik dan menurut UNEP (Program Lingkungan PBB) sekitar 40 persen tempat pembuangan elektronik dunia ada di Afrika. Sebuah organisasi di Kenya membantu mengelola limbah ini lewat program daur ulang lokal dan ekspor. Berikut laporan Helmi Johannes dari VOA di Washington, DC.
CG: Nairobi, Kenya
Pengelolaan limbah elektronik; 40 persen terdapat di Afrika; 50 juta ton limbah per tahun; Upaya daur ulang; Pisahkan logam dan plastik; Komponen elektronik diekspor;
SOT-1: ABDOURAMAN BARY / PROGRAM LINGKUNGAN PBB
SOT-2: SAMSON WACHIRA / TEKNISI KOMPUTER
SOT-3: SHAUN MUMFORD / ENVIRONSERVE AFRIKA TIMUR
STANDUP: HELMI JOHANNES / VOA, WASHINGTON, DC