Tautan-tautan Akses

Filipina Akhirnya Terima Kiriman Pertama Vaksin COVID-19


Seorang petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Sinovac China pada seorang rekannya selama gelombang pertama vaksinasi di Pusat Paru Filipina di kota Quezon, Filipina pada hari Senin, 1 Maret 2021. (Foto: AP)
Seorang petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Sinovac China pada seorang rekannya selama gelombang pertama vaksinasi di Pusat Paru Filipina di kota Quezon, Filipina pada hari Senin, 1 Maret 2021. (Foto: AP)

Filipina meluncurkan program vaksinasi virus corona nasionalnya hari Senin di tengah-tengah keraguan masyarakat yang luas dan kesulitan dalam pengadaan vaksin.

Dr. Gerardo Legaspi, Direktur Rumah Sakit Umum Filipina yang dikelola pemerintah di Manila, menerima dosis pertama vaksin CoronaVac buatan perusahaan berbasis di China Sinovac Biotech Limited. Imunisasi tersebut berlangsung hanya beberapa jam setelah Presiden Rodrigo Duterte menyambut kedatangan 600 ribu dosis Sinovac yang disumbangkan oleh Beijing

Filipina adalah negara Asia Tenggara terakhir yang menerima pasokan vaksin COVID-19. Pemerintahan Duterte menargetkan untuk memvaksinasi 70 juta warganya, tetapi beberapa jajak pendapat umum telah mengungkapkan penolakan di kalangan mayoritas masyarakat karena ketidakpastian mengenai keamanan dan keampuhan vaksin CoronaVac.

Tetapi Carlito Galvez, yang memimpin upaya pengadaan vaksin Filipina, mendesak rekan-rekannya untuk menerima vaksin pertama yang tersedia.

“Jangan menunggu vaksin terbaik. Tidak ada yang seperti itu,” kata Galvez dalam pidato di Rumah Sakit Umum Filipina. “Vaksin terbaik adalah vaksin yang aman dan efektif dan tiba awal.”

Tetapi penerimaan vaksin itu pun bermasalah. Kiriman 525.600 dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University yang dijadwalkan tiba hari Senin telah ditangguhkan karena masalah pasokan.

Pandemi COVID-19 telah menghancurkan kepulauan itu, membuat sakit lebih dari 576 ribu orang, termasuk 12.318 kematian, yang terbanyak ke-dua di kawasan. Presiden Duterte telah bertekad untuk melonggarkan beberapa restriksi yang diberlakukan, dalam upaya mendorong ekonomi Filipina begitu lebih banyak lagi vaksin tersedia. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG