Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) melaporkan jumlah orang yang terpaksa mengungsi akibat perang, penindasan, dan konflik mencapai 70,8 juta pada 2018. Ini adalah angka tertinggi sejak UNHCR didirkan hampir 70 tahun yang lalu. Negara mana saja dengan jumlah pengungsi terbanyak? Simak laporan foto dari kantor berita Reuters mengenai 10 negara dengan jumlah pengungsi terbanyak.
Hari Pengungsi Sedunia: Negara-negara Para Pengungsi

5
4. Myanmar: 1,1 juta pengungsi pada 2018, sama dengan 2017.
Seorang anak laki-laki pengungsi Rohingya berjalan di kamp Balukhali, di Cox's Bazar, Bangladesh, 8 April 2019. (Foto: Reuters)
Seorang anak laki-laki pengungsi Rohingya berjalan di kamp Balukhali, di Cox's Bazar, Bangladesh, 8 April 2019. (Foto: Reuters)

6
5. Somalia: 949.700 (2018), turun dari 986.400 pada 2017.
Para pengungsi Somalia menunggu untuk menaiki pesawat kembali ke Somalia sebagai bagian program repatriasi sukarela PBB di kamp pengungsi Dadaab, Kenya, 19 Desember 2017.
Para pengungsi Somalia menunggu untuk menaiki pesawat kembali ke Somalia sebagai bagian program repatriasi sukarela PBB di kamp pengungsi Dadaab, Kenya, 19 Desember 2017.

7
6. Sudan: 724.800 (2018) vs 694.600 orang (2017).
Seorang perempuan, yang mengaku kepada polisi bahwa dia dan keluarganya melarikan diri dari Sudan, ditahan oleh Polisi Kanada saat tiba dengan taksi dan berjalan melintasi perbatasan AS-Kanada, ke Hemmingford, Quebec, 14 Februari 2017.
Seorang perempuan, yang mengaku kepada polisi bahwa dia dan keluarganya melarikan diri dari Sudan, ditahan oleh Polisi Kanada saat tiba dengan taksi dan berjalan melintasi perbatasan AS-Kanada, ke Hemmingford, Quebec, 14 Februari 2017.

8
7. Republik Demokratik Kongo: 720.300 (2018), naik sedikit dari 2017.
Keluarga warga Kongo yang melarikan diri dari pertikaian etnis di Republik Demokratik Kongo dengan menyeberangi Danau Albert, duduk di dalam bus setelah tiba di kamp Badan PBB untuk Uru
Keluarga warga Kongo yang melarikan diri dari pertikaian etnis di Republik Demokratik Kongo dengan menyeberangi Danau Albert, duduk di dalam bus setelah tiba di kamp Badan PBB untuk Uru