Satu suratkabar terkemuka Amerika mengeluarkan laporan tentang perusahaan-perusahaan Amerika yang mencapai rekor dalam perolehan laba, namun menyimpan uang tersebut di berbagai negara di luar negeri yang mengenakan pajak lebih sedikit.
Menurut Harian Wall Street Journal yang menyusun analisa atas 60 perusahaan Amerika, jumlah keseluruhan laba yang disimpan di luar negeri mencapai $166 miliar tahun lalu. Dengan menyimpan laba tersebut di luar negeri, perusahaan-perusahaan tersebut telah melindungi 40 persen laba tahunan mereka dari pajak Amerika.
Praktek ini sah menurut peraturan Amerika, yang tidak mengenakan pajak atas laba perusahaan Amerika di luar negeri kalau uang tersebut tidak didatangkan kembali ke Amerika Serikat.
Suratkabar itu mengatakan apabila 19 dari ke-60 perusahaan itu mendatangkan laba mereka di luar negeri ke Amerika Serikat, pajak federal mereka dapat mencapai $ 98 miliar. Ini lebih dari $85 miliar pemotongan otomatis anggaran negara yang mulai berlaku awal bulan ini, saat Gedung Putih dan Kongres tidak dapat menyepakati rencana alternatif untuk mengurangi defisit anggaran negara.
Menurut Harian Wall Street Journal yang menyusun analisa atas 60 perusahaan Amerika, jumlah keseluruhan laba yang disimpan di luar negeri mencapai $166 miliar tahun lalu. Dengan menyimpan laba tersebut di luar negeri, perusahaan-perusahaan tersebut telah melindungi 40 persen laba tahunan mereka dari pajak Amerika.
Praktek ini sah menurut peraturan Amerika, yang tidak mengenakan pajak atas laba perusahaan Amerika di luar negeri kalau uang tersebut tidak didatangkan kembali ke Amerika Serikat.
Suratkabar itu mengatakan apabila 19 dari ke-60 perusahaan itu mendatangkan laba mereka di luar negeri ke Amerika Serikat, pajak federal mereka dapat mencapai $ 98 miliar. Ini lebih dari $85 miliar pemotongan otomatis anggaran negara yang mulai berlaku awal bulan ini, saat Gedung Putih dan Kongres tidak dapat menyepakati rencana alternatif untuk mengurangi defisit anggaran negara.