Berbagai upaya penyelamatan sedang berlangsung untuk mencari 23 pekerja tambang yang terjebak oleh kebocoran gas yang menewaskan 20 orang lainnya di sebuah tambang batubara yang beroperasi tanpa ijin di Tiongkok barat daya.
Kantor berita Tiongkok Xinhua hari Kamis melaporkan mesin-mesin ventilasi memompa gas metana keluar dari terowongan, sementara ratusan anggota tim SAR turun ke tambang untuk mencari korban yang selamat.
Penyelidikan pendahuluan mendapati bahwa kebocoran gas di tambang di propinsi Yunan itu terjadi Kamis dini hari membuat 43 pekerja terperangkap. Tim SAR yang keluar dari terowongan tambang itu mengatakan kepada Xinhua, mereka menemukan 20 mayat.
Pejabat-pejabat lokal mengatakan tambang swasta itu beroperasi tanpa ijin ketika kebocoran gas terjadi.
Kecelakaan itu terjadi seminggu setelah delapan pekerja tambang tewas dalam sebuah ledakan di tambang batubara di kota Sanmenxia. Ledakan membuat 45 pekerja tambang terperangkap namun kemudian berhasil diselamatkan.