Tautan-tautan Akses

Mesir Buka Wilayah Udaranya Bagi Qatar


Pesawat terbang milik maskapai Qatar Airways saat akan lepas landas dari Bandara Internasional San Francisco, 22 Desember 2020. (Foto: dok). Mesir membuka kembali wilayah udaranya bangi penerbangan Qatar, Selasa (12/1).
Pesawat terbang milik maskapai Qatar Airways saat akan lepas landas dari Bandara Internasional San Francisco, 22 Desember 2020. (Foto: dok). Mesir membuka kembali wilayah udaranya bangi penerbangan Qatar, Selasa (12/1).

Mesir, Selasa (12/1), membuka kembali wilayah udaranya bagi penerbangan Qatar setelah Arab Saudi membuka kembali wilayah udara dan perbatasannya dengan negara Teluk Arab itu pekan lalu.

Sebuah pesawat Qatar Airways akan mendarat di Kairo, Jumat (15/1) mendatang, kata sejumlah pejabat bandara Mesir, yang berbicara dengan syarat nama mereka dirahasiakan karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Ini akan menjadi penerbangan komersial pertama antara kedua negara sejak Mesir bergabung dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain dalam memboikot Qatar pada 2017.

Negara-negara Arab itu sebelumnya menuduh Qatar bersikap akrab dengan Iran dan mendanai kelompok-kelompok ekstremis di wilayah tersebut. Doha membantah tuduhan itu, dan mengkritik embargo Arab sebagai upaya untuk meremehkan kedaulatannya.

Setelah 3,5 tahun hubungan diplomatik dan ekonomi yang terputus, keempat negara yang memboikot itu menandatangani deklarasi dengan Qatar pada pertemuan puncak tahunan pekan lalu untuk mengakhiri perselisihan. UEA dan Bahrain juga telah membuka wilayah udara mereka bagi negara kecil namun kaya minyak itu.

Perselisihan antara keempat negara Arab dan Qatar selama ini sangat mengguncang Dewan Kerjasama Teluk yang sebelumnya dikenal sangat erat, dan menghalangi kebijakan luar negeri Amerika di kawasan itu, termasuk upayanya untuk mengisolasi Iran.

Terobosan yang terjadi pekan lalu tercipta menyusul dorongan kuat pemerintahan Trump yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, dan keinginan Kuwait untuk menengahi perselisihan itu.

Arab Saudi berusaha untuk menyatukan barisan Arab menjelang dimulainya pemerintahan presiden terpilih Joe Biden yang diperkirakan akan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap negara kerajaan dan terlibat kembali dengan Iran. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG