Serangan yang nekat itu menewaskan 21 anggota tentara yang ditugaskan di propinsi di perbatasan Mesir dengan Libya itu.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi mencap serangan itu ‘serangan teroris’ terhadap pengawal perbatasan dan tidak akan dibiarkan berlalu tanpa ganjaran. Kantor kepresidenan menandaskan, ‘terorisme akan dikikis habis dari bumi Mesir’. Sehubungan dengan peristiwa itu Mesir memaklumkan masa berkabung tiga hari.