Sudan Selatan merayakan hari ulang tahun pertama, setelah setahun penuh tantangan termasuk bentrokan perbatasan dan sengketa atas penerimaan dari minyak dengan Sudan tetangganya.
Presiden Salva Kiir memberikan pidatonya dalam upacara hari Senin (9/7) di ibukota Juba, di mana para pejabat tinggi dari seluruh dunia berkumpul untuk menghadiri upacara itu.
Dalam pidatonya, Presiden Salva Kiir mendesak masyarakat internasional agar terus membantu Sudan Selatan. Kiir mengatakan, ia menginginkan kemandirian ekonomi dan akuntabilitas pemerintah. Kiir juga mengatakan bahwa ia ingin meyakinkan warganegara Sudan Selatan, serta investor internasional, bahwa negaranya tidak akan membiarkan korupsi.
Selanjutnya, Kiir mendesak masyarakat internasional agar terus membantu Sudan Selatan yang sedang berjuang mengatasi kemiskinan, dan dampak pertempurannya dengan negara tetangga, Sudan.
Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan setelah referendum yang merupakan bagian dari persetujuan perdamaian tahun 2005. Persetujuan itu mengakhiri perang saudara utara-selatan selama 21 tahun.
Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan dalam pernyataan bahwa ketegangan antar etnis dan masalah yang belum terselesaikan dengan Sudan merupakan tantangan penting bagi Sudan Selatan. Tetapi, dia memuji negara itu atas pembinaan pemerintahnya dan berusaha mewujutkan keamanan dan penghormatan hak azasi manusia.
Presiden Salva Kiir memberikan pidatonya dalam upacara hari Senin (9/7) di ibukota Juba, di mana para pejabat tinggi dari seluruh dunia berkumpul untuk menghadiri upacara itu.
Dalam pidatonya, Presiden Salva Kiir mendesak masyarakat internasional agar terus membantu Sudan Selatan. Kiir mengatakan, ia menginginkan kemandirian ekonomi dan akuntabilitas pemerintah. Kiir juga mengatakan bahwa ia ingin meyakinkan warganegara Sudan Selatan, serta investor internasional, bahwa negaranya tidak akan membiarkan korupsi.
Selanjutnya, Kiir mendesak masyarakat internasional agar terus membantu Sudan Selatan yang sedang berjuang mengatasi kemiskinan, dan dampak pertempurannya dengan negara tetangga, Sudan.
Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan setelah referendum yang merupakan bagian dari persetujuan perdamaian tahun 2005. Persetujuan itu mengakhiri perang saudara utara-selatan selama 21 tahun.
Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan dalam pernyataan bahwa ketegangan antar etnis dan masalah yang belum terselesaikan dengan Sudan merupakan tantangan penting bagi Sudan Selatan. Tetapi, dia memuji negara itu atas pembinaan pemerintahnya dan berusaha mewujutkan keamanan dan penghormatan hak azasi manusia.