Tautan-tautan Akses

Trump, Biden Tawarkan Pilihan Berbeda untuk Empat Tahun ke Depan 


Sejumlah suvenir pilpres boneka Presiden Donald Trump dan lawannya, Joe Biden, tampak di toko permen, Largest Candy Store, di Jordan, Minnesota, 24 Oktober 2020. (Foto: Reuters)
Sejumlah suvenir pilpres boneka Presiden Donald Trump dan lawannya, Joe Biden, tampak di toko permen, Largest Candy Store, di Jordan, Minnesota, 24 Oktober 2020. (Foto: Reuters)

Para pemilih yang memilih antara Presiden Donald Trump dan mantan wakil presiden Joe Biden yang diusung Partai Demokrat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk membedakan antara kedua kandidat tersebut dalam hal kebijakan.

Perbedaan pendirian kandidat dalam berbagai isu – iklim, pajak, perdagangan, hubungan ras, keamanan nasional, imigrasi, dan di atas semua itu penanganan pandemi virus corona – sangat mencolok. Keduanya memberi pemilih dua opsi yang sangat berbeda untuk menentukan arah negara selama empat tahun mendatang.

Secara umum, Presiden Trump telah memerintah sebagaimana dia berkampanye empat tahun lalu, sebagai seorang Republik pendobrak norma-norma dengan kemauannya sendiri. Sikapnya sebagai pendobrak norma-norma terbukti dalam hubungannya dengan negara-negara lain.

Filosofi Trump tentang “America First” (“Amerika Pertama”) telah menguji ikatan antara AS dan sekutu-sekutu lama, maupun dalam politik dalam negeri, di mana dia secara konsisten melewati batas-batas wewenang eksekutif, sehingga seringkali mendapati dirinya dibendung oleh pengadilan federal.

Biden, sebaliknya, telah berkampanye tentang kombinasi posisi kebijakan yang sebagian besar progresif ditambah dengan janji bahwa dia akan mengembalikan Amerika ke bentuk politik yang lebih tradisional. Yang dimaksud Biden adalah politik yangtidak fokus pada cuitan di Twitter dan penggalangan massa, tetapi lebih pada debat mengenai kebijakan secara rinci dan pembuatan kesepakatan dengan badan legislatif. [lt/pp]

XS
SM
MD
LG