Biden: 'Senjata di Gaza Senyap,' Bantuan Dimulai

Truk-truk bantuan kemanusiaan masuk melalui penyeberangan Kerem Shalom dari Mesir ke Jalur Gaza, saat kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku, Minggu 19 Januari 2025.

Truk-truk bantuan kemanusiaan masuk melalui penyeberangan Kerem Shalom dari Mesir ke Jalur Gaza, saat kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku, Minggu 19 Januari 2025.

“Hari ini senjata-senjata di Gaza senyap,” kata Presiden AS Joe Biden pada hari Minggu (19/1). Ia menyambut baik gencatan senjata yang diupayakan lewat diplomasi AS selama lebih dari satu tahun, pada hari terakhir masa jabatannya.

Gencatan senjata tersebut menyerukan agar pertempuran dihentikan, bantuan dikirim ke Gaza, dan 33 dari 98 sandera Israel dan asing yang masih ditahan di sana dibebaskan selama enam minggu tahap pertama. Ini merupakan imbalan atas pembebasan ratusan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

BACA JUGA: Jaksa ICC: Israel Tak Serius Selidiki Dugaan Kejahatan Perang di Gaza

Bagi Hamas, gencatan senjata ini dapat memberikan kesempatan untuk keluar dari persembunyian setelah 15 bulan.. Para polisi Hamas yang mengenakan seragam polisi berwarna biru dengan cepat dikerahkan di beberapa daerah.

“Gencatan senjata hari ini di Gaza dan pembebasan sandera merupakan hasil dari kebijakan yang berprinsip dan efektif yang telah kita pimpin selama berbulan-bulan,” ujar Biden. “Dan kita sampai di sini tanpa perang yang lebih luas di Timur Tengah.” [my/jm]