China Perkenalkan Robot-robot Operasi Canggih

Sebuah robot yang dirancang untuk membantu petugas medis merawat pasien virus corona dari jarak jauh saat demonstrasi untuk media di sekolah teknik kedirgantaraan Universitas Tsinghua di Beijing, China, 4 Maret 2020. (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

China mengembangkan dua robot yang secara signifikan meningkatkan efisiensi operasi dan mengurangi trauma fisik yang diakibatkannya.

Salah satu robot operasi itu diberi nama Mazor X. Dikembangkan Medtronic, salah satu perusahaan yang memimpin dunia dalam teknologi medis, robot operasi tulang belakang ini menyedot banyak perhatian para pengunjung pameran Impor Ekspor Internasional China (CIIE) keempat yang digelar di Shanghai pada 5 hingga 10 November 2021.

Robot ini bisa mengurangi risiko pendarahan hingga 50 persen dibandingkan dengan operasi-operasi tradisional yang tergolong invasif.

Yu Jing, manajer umum kranial, tulang belakang dan teknologi ortopedi Medtronic, sesumbar bahwa Mazor X siap memasuki pasaran.

“Mazor X diperkenalkan secara perdana pada CIIE tahun lalu. Berkat pameran tersebut, upaya kami dalam merealisasikannya segera terwujud. Apa yang dulunya dianggap proyek contoh kini menjadi komoditas pada CIIE ke-4."’

Robot humanoid Sophia yang dikembangkan oleh Hanson Robotics difoto di lab perusahaan di Hong Kong, China 12 Januari 2021. (Foto: REUTERS/Tyrone Siu)

Siemens Healthineers, salah satu pemasok terbesar di dunia untuk industri perawatan kesehatan, juga memamerkan robot yang tak kalah mencengangkan. Dinamakan Corindus, robot ini dapat membantu dokter melakukan operasi kardiovaskular yang luar biasa sulit.

Pu Zhengrong, Wakil Presiden Siemens Healthineers, mengungkapkan tingkat presisi Corindus luar biasa tinggi.

"Kabel-kabel pemandunya dapat dengan mudah dikontrol bahkan pada pembuluh yang lebarnya kurang dari satu milimeter. Ini tidak mungkin dilakukan tangan manusia. Kami telah berhasil menggunakan robot ini pertama kali pada operasi PCI di Hainan Boao pada 13 Maret."

Percutaneous Coronary Intervention atau PCI, yang sebelumnya dikenal sebagai angioplasti dengan stent, adalah prosedur nonbedah yang menggunakan kateter untuk menempatkan struktur kecil yang disebut stent untuk membuka pembuluh darah di jantung yang telah menyempit akibat penumpukan plak, atau kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis.

BACA JUGA: Kecerdasan Buatan dalam Teknologi Akankah Menambah Pengangguran?

Dengan semakin banyaknya robot yang akan dioperasikan di rumah sakit-rumah sakit di China, sejumlah perusahaan medis telah mendirikan pusat-pusat pelatihan untuk membantu ahli bedah mempelajari keterampilan operasi.

Intuitive Surgical-Fosun, perusahaan yang mengembangkan sistem bedah robotik da Vinci Surgical System, mengatakan telah membuka sebuah pusat inovasi di Shanghai tahun ini.

"Pusat inovasi kami menyediakan lingkungan yang bagus bagi ahli bedah untuk belajar dan mempraktikkan teknologi bedah Da Vinci," kata Eric Pan, CEO Intuitive Fosun.

Medtronics melakukan hal serupa.

"Agar robot dapat bekerja sebagaimana mestinya, kita perlu membuat dokter dapat mengoperasikannya dengan baik," ujar Yu Jing. [ab/uh]