Israel Tuding AS Tahan Senjata, Blinken: AS Kaji Bom 907 Kilogram

Menlu AS Antony Blinken (kiri) saat bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, 10 Juni 2024.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bereaksi atas klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa AS menahan senjata yang diperlukan untuk perang di Gaza.

Kepada wartawan, Selasa (18/6), ia mengatakan, bom dengan berat 2.000 pon atau lebih dari 907 kg adalah satu-satunya senjata yang sedang dikaji. “Lainnya bergerak seperti biasa,” ujar Blinken.

“Presiden menyampaikan secara terbuka tentang bom seberat 2.000 pon. Kami khawatir bom itu digunakan di daerah padat penduduk. Kami terus berupaya mengatasinya. Namun tidak ada perubahan dalam sikap kami, sekali lagi, untuk memastikan Israel mempunyai apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri..."

BACA JUGA: Wapres AS "Sangat Khawatir" dengan Laporan Kekerasan Seksual dalam Konflik Israel-Hamas

Dalam video yang dirilis Selasa, Netanyahu menyiratkan bahwa ditundanya pengiriman senjata itu memperlambat serangan Israel di Rafah, kota di Gaza selatan.

Presiden Joe Biden telah menunda pengiriman bom berat tertentu ke Israel karena khawatir akan membunuh warga sipil di Gaza.

AS menghadapi kritik internasional yang semakin besar karena mendukung serangan udara dan darat Israel di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan-serangan Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 37.100 orang. [ka/lt]