PBB Proyeksikan Populasi Dunia Tembus 8 Miliar pada 15 November

ARSIP - Suasana pasar, di Mumbai, India, 7 Januari 2022. PBB, Senin (11/7) memperkirakan bahwa populasi dunia akan mencapai 8 miliar pada 15 November dan India akan menggantikan Cina sebagai negara terpadat di dunia tahun depan. (AP/Rajanish Kakade, File)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, Senin (11/7), bahwa populasi dunia akan mencapai 8 miliar pada 15 November dan bahwa India akan menggantikan China sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia tahun depan.

Dalam laporan yang dirilis pada Hari Populasi Dunia, PBB juga mengatakan pertumbuhan populasi global turun di bawah satu persen pada 2020 untuk pertama kalinya sejak 1950.

Menurut proyeksi terbaru PBB, populasi dunia naik menjadi sekitar 8,5 miliar pada 2030, 9,7 miliar pada 2050 dan puncaknya sekitar 10,4 miliar selama 2080-an.

Laporan itu mengatakan lebih dari setengah proyeksi peningkatan populasi hingga 2050 akan terkonsentrasi hanya di delapan negara: Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Tanzania.

Laporan berjudul “Prospek Populasi Dunia 2022'' itu menyebutkan populasi dunia pada saat ini sekitar 7,942 miliar dan akan mencapai 8 miliar pada pertengahan November.

John Wilmoth, direktur Divisi Kependudukan PBB, mengatakan pada konferensi pers mengenai laporan itu, tanggal ketika garis proyeksi PBB melintasi 8 miliar adalah 15 November. Meski demikian, katanya, tanggal itu bukanlah tanggal pasti, karena margin kesalahannya adalah plus atau minus satu tahun.

Terlepas dari margin kesalahan itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut 2022 sebagai “tahun bersejarah'' karena penghuni Bumi tercatat delapan miliar.

“Ini adalah kesempatan untuk merayakan keragaman kita, mengakui kemanusiaan kita bersama, dan mengagumi kemajuan dalam kesehatan yang telah memperpanjang rentang hidup dan secara dramatis mengurangi angka kematian ibu dan anak,'' kata Guterres dalam sebuah pernyataannya. “Pada saat yang sama, ini adalah pengingat tanggung jawab kita bersama untuk merawat planet kita dan momen untuk merenungkan di mana kita masih gagal memenuhi komitmen kita terhadap satu sama lain.'' [ab/uh]