Kawasan Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (Sumut) dipilih menjadi tuan rumah acara dari puncak W20 pada 19 hingga 21 Juli 2022. W20 merupakan side event dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung pada November 2022.
Ketua W20 Hardiani Uli Silalahi mengatakan isu perempuan pedesaan dan disabilitas akan menjadi topik pembahasan dalam acara tersebut. "Kita harus memajukan perempuan pedesaan. Pasalnya, masalah-masalah perempuan pedesaan menjadi bagian (pembahasan). Perempuan marjinal adalah mereka yang tertekan. Salah satunya adalah perempuan pedesaan dan disabilitas, untuk itu akan dibahas," kata Uli dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (15/6).
Uli menjelaskan, sebelum acara puncak W20 di Danau Toba, W20 berlangsung di beberapa kota seperti Kupang (Nusa Tenggara Timur), Batu (Jawa Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Manokwari (Papua Barat). Adapun pembahasan W20 dalam acara sebelumnya mencakup diskriminasi, inklusi ekonomi, kesehatan, dan perempuan pedesaan.
Acara puncak W20 itu setidaknya akan dihadiri 20 delegasi dari berbagai negara. Mereka akan menghadiri secara langsung setelah sebelumnya hanya secara daring.
"Dari 20 negara, yang sudah konfirmasi 15 negara. Kami pastikan dari China, Amerika Serikat, Italia, Korea, Jepang, Brasil, dan Argentina. Mereka konfirmasi akan datang," ujar Uli.
Sementara itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan dipilihnya Danau Toba menjadi lokasi acara puncak W20 sekaligus untuk mempromosikan pariwisata danau vulkanis terbesar di dunia tersebut. "Ini dunia yang mempromosikan. Jadi, harus kita sambut dengan baik," katanya.
Menyambut acara puncak W20 di Danau Toba, pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah aspek mulai dari infrastruktur hingga budaya. "Infrastruktur yang harus disiapkan salah satunya adalah jalan menuju ke sana. Dari segi infrastruktur, ada bangunan-bangunan yang harus disiapkan. Ada tempat-tempat yang kita siapkan. Itu secara fisik. Secara non fisik, ada budaya-budaya yang harus kita tonjolkan. Budaya di sana besar sekali seperti ulos," ucapnya.
Seperti diketahui, W20 adalah forum yang mewakili suara perempuan dan mendorong pelibatan isu terkait perempuan ke dalam komitmen G20. Forum ini membahas isu pembangunan perempuan, kesetaraan gender, pertumbuhan inklusif, serta kerja sama perempuan dalam sektor ekonomi internasional. [aa/ka]