Ilmuwan Amerika Eric Betzig dan William Moerner serta ilmuwan Jerman Stefan Hell telah dianugerahi Hadiah Nobel Kimia karena mengembangkan mikroskop fluoresens beresolusi sangat tinggi.
Dalam pengumuman pemenang penghargaan berhadiah 1,1 juta dolar itu, Rabu, Royal Swedish Academy of Sciences menyebutkan karya inovatif ketiga ilmuwan itu telah membawa mikroskop ke tingkat dimensi nano.
Mikroskop optik digunakan para ilmuwan untuk melihat sel-sel seukuran molekul, yang membuat mereka dapat melihat bagaimana molekul-molekul menciptakan sinapsis antara sel syaraf di otak, serta jalur protein yang terkait dengan Parkinson, Alzheimer’s dan penyakit-penyakit serius lainnya.
Karya Betzig, Moerner dan Hell itu membuat para ilmuwan dapat mempelajari proses ini di tingkat yang lebih kecil daripada yang sebelumnya dianggap mungkin.