Tautan-tautan Akses

Iran Lakukan Eskalasi Dalam Keterlibatannya di Suriah Dengan Serangan Misil terhadap ISIS


FILE - Sebuah rudal ditembakkan dari kota Kermanshah, di Iran barat, yang menargetkan kelompok Negara Islam di Suriah, 19 Juni 2017.
FILE - Sebuah rudal ditembakkan dari kota Kermanshah, di Iran barat, yang menargetkan kelompok Negara Islam di Suriah, 19 Juni 2017.

Serangan misil Iran minggu ini terhadap sasaran-sasaran ISIS di Suriah meningkatkan keterlibatan negara itu dan kemungkinan memperbesar ketegangan antara koalisi pimpinan Amerika dan pasukan Rusia serta Iran yang mendukung rejim Suriah, demikian kata para analis.

Pejabat Iran mengatakan, serangan ini, dimana untuk pertama kalinya Iran menembakkan misil dari luar wilayahnya dalam 30 tahun, dimaksudkan sebagai balasan atas serangan ganda yang diklaim ISIS di Teheran pada 7 Juni. Serangan di Teheran itu menewaskan 17 orang dan mencederai lebih dari 50. Menurut sebuah pernyataan dari Korps Garda Revolusioner Islamis atau IRGC, serangan misil pada Minggu telah menghancurkan pusat komando ISIS di Deir Ezzor dan sebuah fasilitas perakitan bom di luar kota.

Pernyataan IRGC mengatakan, serangan itu merupakan pesan dan peringatan untuk teroris Takfiri, sebuah istilah yang dipakai pejabat Iran yang mengacu kepada kelompok fundamentalis Muslim Suni seperti ISIS.

Tetapi media pemerintah Iran mengatakan, serangan itu punya pesan lebih luas untuk musuh-musuh Iran, yakni Israel, Arab Saudi, dan Amerika.

Harian Kayhan, sebuah koran konservatif yang punya kedekatan dengan kepemimpinan di Iran, menerbitkan sebuah kolom opini, dan katanya, serangan ini bukan sekedar tanggapan atas serangan ISIS Teheran.

Ketegangan antara dua kekuatan yang bersaing di kawasan, Arab Saudi dan Iran telah menyaksikan eskalasi dalam minggu-minggu terakhir setelah Saudi dan mitra-mitra Teluk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, dan sebagian alasannya adalah keterkaitan Qatar dengan Iran serta hubungan Teheran dengan terorisme.[jm]

XS
SM
MD
LG