Tautan-tautan Akses

Lagi-lagi, Taiwan Deteksi Balon China Lintasi Garis Median


FILE - Kapal militer Taiwan terlihat di Pelabuhan Keelung di Taiwan, 4 Agustus 2022. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan balon pengintai militer China melewati kota pelabuhan utara Keelung pada Kamis malam, 7 Desember 2023. (AP/Johnson Lai)
FILE - Kapal militer Taiwan terlihat di Pelabuhan Keelung di Taiwan, 4 Agustus 2022. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan balon pengintai militer China melewati kota pelabuhan utara Keelung pada Kamis malam, 7 Desember 2023. (AP/Johnson Lai)

Sebuah balon China terdeteksi bergerak melintasi garis median sensitif yang memisahkan Taiwan dari China, kata Kementerian Pertahanan Nasional Taipei pada Selasa (19/12), yang untuk ketiga kalinya melaporkan penampakan seperti itu pada bulan ini.

Balon-balon China menjadi topik yang sarat politik pada bulan Februari ketika Amerika Serikat menembak jatuh apa yang mereka sebut sebagai balon mata-mata di wilayahnya, dan Beijing mengatakan bahwa balon tersebut adalah pesawat sipil yang tertiup hingga ke luar jalurnya.

Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya, mengatakan dua balon melintasi garis median di Selat Taiwan pada hari Minggu, setelah penampakan sebelumnya pada tanggal 7 Desember.

Balon lainnya terlihat pada pukul 09:09 waktu setempat pada hari Senin, sekitar 124 kilometer barat laut dari kota pesisir Keelung, kata Kementerian Pertahanan Taiwan pada hari Selasa.

Ketinggiannya sekitar 4.752 meter setelah melintasi selat, kata kementerian. “Balon itu menuju ke timur dan menghilang pada pukul 11:52 waktu setempat,” tambah pernyataan itu.

Seorang petugas pers kementerian itu mengatakan pihak berwenang telah menilai bahwa penampakan hari Senin itu adalah sebuah balon cuaca, namun tidak merinci kegunaan pesawat tersebut.

Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng mengatakan setelah insiden pertama bahwa balon cuaca mungkin melayang menuju Taiwan karena angin muson dan dapat digunakan untuk penelitian dan data meteorologi.

Taiwan berada dalam kewaspadaan tinggi menjelang pemilihan presiden bulan depan, dan Taipei dan Washington memperingatkan Beijing untuk tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap pemungutan suara tersebut.

Beijing, yang berjanji suatu hari akan merebut Taiwan, telah meningkatkan tekanan politik dan militer sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016.

Hal ini termasuk mengirimkan pesawat-pesawat tempur dan kapal-kapal angkatan laut ke sekitar pulau hampir setiap hari, yang menurut para ahli militer merupakan bentuk intimidasi. [ab/uh]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG