Laporan Pelecehan Seksual di Keuskupan Utama Jerman akan Dirilis

Gereja Katedral Cologne di Jerman, 5 Januari 2015. ( (AP Photo/Martin Meissner)

Sebuah laporan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang penanganan Gereja Katolik atas kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor dan sejumlah pejabat gereja lainnya di Keuskupan Agung Munich, Jerman, akan segera dirilis.

Keuskupan agung yang pernah dipimpin oleh Paus Benediktus XVI yang kini sudah pensiun tersebut, meminta laporan itu dari firma hukum Westpfahl Spilker Wastl hampir dua tahun lalu, dengan mandat untuk menyelidiki pelecehan yang terjadi antara 1945 dan 2019 dan apakah para pejabat gereja di sana menangani tuduhan-tuduhan itu dengan benar.

Keuskupan agung, yang uskup agungnya saat ini adalah mitra dekat Paus Fransiskus, dan firma hukum tersebut mengatakan bahwa para pejabat tinggi gereja itu belum diberitahu tentang hasilnya sebelum diterbitkan.

Kardinal Reinhard Marx, Uskup Agung Munich dan Freising, memberikan pernyataan kepada pers di halaman kediamannya di Munich, 4 Juni 2021. (AP)

Uskup Agung Munich, Kardinal Reinhard Marx, hingga saat ini tidak dinyatakan terlibat dalam kesalahan apa pun. Namun tahun lalu, ia menawarkan untuk mengundurkan diri atas kesalahan Gereja Katolik itu dalam menangani kasus-kasus pelecehan seksual, dan menyatakan bahwa skandal itu telah membawa gereja itu ke jalan buntu.

Fransiskus dengan cepat menolak tawaran itu tetapi mengatakan proses reformasi diperlukan dan bahwa setiap uskup harus bertanggung jawab atas “bencana'' krisis pelecehan itu.

Sebuah laporan menyimpulkan pada tahun 2018 setidaknya 3.677 orang pernah dilecehkan oleh pastor dan pejabat gereja lainnya di Jerman antara tahun 1946 dan 2014. Lebih dari separuh korban berusia 13 tahun atau lebih muda, dan hampir sepertiga dari mereka pernah bertugas sebagai putra altar. [ab/uh]