Ley, tokoh masyarakat yang secara luas dihormati, dibunuh ketika minum kopi di sebuah pom bensin di ibu kota Minggu pagi, memicu curahan kesedihan, frustrasi dan kemarahan massa di seluruh Kamboja.
Oeut Ang, 38 tahun, hari Rabu menjadi terdakwa dalam pembunuhan itu.
Ley adalah seorang orator berpengaruh yang merangkul jutaan orang melalui ulasan politiknya di radio. Ia mendirikan Partai Demokrasi Akar Rumput, tapi dia menolak posisi resmi dalam partai itu.
Setelah ketegangan dengan polisi, ribuan pendukung berpawai dengan jenazahnya melalui kota itu menuju pagoda Wat Chas di mana ribuan pelayat telah datang untuk memberikan penghormatan mereka setiap hari. [as]