Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan Presiden Pantai Gading yang diakui internasional, Alassane Ouattara, memiliki dukungan kokoh dari badan dunia ini.
PBB menyatakan Ban berbicara dengan Ouattara lewat telepon pada hari Sabtu dan meyakinkannya bahwa masyarakat internasional sedang berupaya mengakhiri kebuntuan di Pantai Gading.
Ban juga mengatakan ia prihatin mengenai laporan pelanggaran HAM di Pantai Gading dan berjanji bahwa pasukan keamanan PBB akan berusaha sebaik mungkin untuk mendokumentasikan berbagai pelanggaran HAM dan mencegah berlangsungnya pelanggaran lebih lanjut.
Ouattara dan Presiden yang menjabat saat ini, Laurent Gbagbo, menyatakan mereka menang dalam pemilihan presiden babak kedua bulan November lalu. PBB, Uni Afrika dan negara-negara kuat dunia lainnya menyatakan Ouattara sebagai pemenang dan telah mengakuinya sebagai presiden.
Namun, Gbagbo menolak mundur dan mempertahankan kontrol atas militer.
Blok regional Afrika Barat (ECOWAS) telah mengancam akan menggunakan kekuatan militer jika Gbagbo tidak mengundurkan diri. Satu delegasi ECOWAS berencana mengunjungi Pantai Gading pada hari Senin untuk melakukan pembicaraan babak kedua dengan Gbagbo.