Tautan-tautan Akses

Markas Tentara AS yang Bertugas di Irak dan Suriah Diserang Roket


Peta Provinsi Anbar dan Nineveh.
Peta Provinsi Anbar dan Nineveh.

Pejabat keamanan dan pemantau perang mengatakan sejumlah roket ditembakkan pada Kamis (25/7) dan Jumat (26/7) ke arah pangkalan yang menampung pasukan koalisi anti-jihadis pimpinan Amerika Serikat (AS) di Irak dan Suriah.

Serangan-serangan semacam itu sering terjadi pada awal perang antara Israel dan militan Hamas Palestina di Gaza, tetapi sejak itu sebagian besar telah terhenti.

“Empat roket jatuh di sekitar” pangkalan Ain al-Assad di Provinsi Anbar, kata sumber keamanan Irak.

Pejabat keamanan lainnya mengatakan serangan terjadi dengan "sebuah drone dan tiga roket" yang jatuh dekat dengan perimeter pangkalan.

Seorang pejabat AS mengatakan laporan awal menunjukkan bahwa proyektil mendarat di luar pangkalan tanpa menyebabkan cedera atau kerusakan pada pangkalan tersebut.

Semua sumber berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media.

Setidaknya satu roket juga jatuh di dekat pangkalan koalisi di lapangan gas Conoco di Provinsi Deir Ezzor di Suriah timur, menurut pemantau perang Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Pemantau itu mengatakan ledakan terdengar di daerah tersebut, tetapi belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Roket itu ditembakkan dari “zona di bawah kendali kelompok milisi pro-Iran”, kata pemantau tersebut, yang mengandalkan sumber-sumber di Suriah.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut.

Serangan terbaru ini terjadi setelah pertemuan keamanan minggu ini antara pejabat Irak dan AS di Washington mengenai masa depan koalisi anti-jihadis internasional di Irak. Kelompok-kelompok yang didukung Iran telah menuntut koalisi itu untuk menarik pasukan dari Irak.

Selama lebih dari tiga bulan, ketika ketegangan regional meningkat akibat perang Israel-Hamas di Gaza, pasukan Amerika Serikat menjadi sasaran lebih dari 175 kali serangan roket dan drone di Timur Tengah, terutama di Irak dan Suriah.

Baghdad berupaya meredakan ketegangan dengan melakukan pembicaraan dengan Washington mengenai masa depan misi koalisi pimpinan AS di Irak.

Militer AS memiliki sekitar 2.500 tentara di Irak dan 900 di Suriah dengan koalisi internasional.

Koalisi tersebut dikerahkan ke Irak atas permintaan Pemerintah Irak pada 2014 untuk membantu memerangi kelompok ISIS, yang telah mengambil alih sebagian besar wilayah Irak dan negara tetangga Suriah.

Sisa-sisa ISIS masih melakukan serangan dan penyergapan di kedua negara. [ft/rs]

XS
SM
MD
LG